Simulasi Kredit Mobil Syariah Tanpa Riba !

Simulasi Kredit Mobil

Sekarang ini sudah banyak layanan kredit secara syariah di perusahaan pembiayaan. Anda akan terhindar dari riba yang biasanya terdapat di leasing konvensional pada umumnya. Pelaksanaan kredit syariah didasarkan pada prinsip bagi hasil. Untuk mengetahui simulasi kredit, silahkan simak penjelasan berikut.

Simulasi Kredit Syariah Kendaraan Bermotor

Skema pembiayaan yang terdapat pada kredit syariah ini telah ditentukan dari awal, sehingga anda sudah tahu keuntungan dari pihak lembaga pembiayaan. Jika anda akan membeli mobil secara kredit syariah, maka anda akan mengetahui tambahan biaya kredit harga mobil dari awal. Perbedaan simulasi kredit mobil dengan simulasi kredit mobil syariah yaitu terletak pada akadnya. Saat akad, pihak leasing kredit mobil syariah akan memberitahukan ke pihak pembeli mobil. 

Sebagai contoh pembiayaan syariah akan mengambil keuntungan sejumlah Rp. 12.000.000,- dari harga mobil sejumlah Rp. 120.000.000,- yang dicicil dalam kurun waktu 1 tahun. Maka simulasi kredit mobil syariah yaitu dengan menjumlahkan semua biaya, jadi total harga mobil yang diberikan oleh perbankan syariah kepada nasabah yaitu Rp. 132.000.000,-.

Jadi jumlah biaya kredit yaitu Rp. 132.000.000,- dibagi 12 bulan atau 1 tahun. Jadi, besarnya cicilan yang harus dibayarkan nasabah senilai Rp. 11.000.000,- setiap bulannya. Jumlah cicilan ini tidak ada perubahan dari awal hingga akhir.

Apabila nasabah dalam kredit syariahnya telah membayar sejumlah uang muka atau DP sejumlah Rp. 22.000.000,-, maka sisanya yaitu Rp. 110.000.000,- untuk perhitungan simulasi kredit mobil syariah akan dirinci di bawah ini.

Rp. 132.000.000,- dikurangi Rp. 22.000.000,- (uang muka/ DP) = Rp. 110.000.000,-

Rp. 110.000.000,- dibayar dalam jangka waktu 11 bulan tenor cicilan. Kesimpulannya, jumlah cicilannya yaitu Rp. 10.000.000,- flat.

Apakah Ada Denda Jika Terlambat Membayar Cicilan Pada Kredit Mobil Syariah?

Dalam simulasi kredit, denda jika terlambat membayar cicilan kredit syariah masuk sebagai infak. Biaya tambahan atau denda ini sebagai bentuk pertanggungjawaban dari keterlambatan dalam membayar cicilan yang bertujuan agar nasabah selalu melakukan pembayaran cicilan dengan tepat waktu.

Kredit syariah ini tidak bergantung pada besaran bunga pasar. Nasabah akan melakukan akad murabahah atau negosiasi keuntungan dengan pihak bank. Keuntungan kredit ini biasanya dalam jumlah presentase tertentu, ada juga yang telah ditentukan secara khusus dari bank syariah.

Biaya infak ini sebenarnya telah ditetapkan pada awal akad jual beli. Infak tersebut bukan bagian dari keuntungan atau pendapatan bagi pihak pemberi kredit. Uang infak tersebut akan disumbangkan semuanya ke berbagai lembaga sosial. Lembaga pembiayaan memang tidak boleh mengambil keuntungan dari denda keterlambatan karena hal ini termasuk riba.

Sekian penjelasan mengenai simulasi kredit mobil syariah. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari riba, semoga bermanfaat.

Simulasi Kredit Mobil Syariah Tanpa Riba !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top